Minggu, 29 Januari 2012

PENGGOLONGAN PENYAKIT TUMBUHAN DAN PATOGENNYA


PENDAHULUAN
  • Patogen tumbuhan adalah organisme yang dapat menyebabkan tumbuhan "sakit dan menderita". Sakit dan menderita diartikan sebagai adanya perubahan fisiologis dan struktural dari suatu tumbuhan.
  • Pemberian penyakit pada tumbuhan dapat dilakukan dengan melihat tiga hal, yaitu :
    • Nama patogen
      • Penyakit layu bakteri (Penyakit yang menyebabkan tumbuhan layu dan disebabkan oleh sejens bakteri)
    • Nama gejala
      • Penyakit Busuk kaki hitam (Penyakt yang menyebabkan tumbuhan membusuk pada bagian di antara batang dan akar/kaki)
    • Nama bagian tumbuhan yang terkena gejala
      • Penyakit bercak daun (penyakit yang menimbulkan gejala berupa bercak-bercak pada daun)
  • Penyakit tumbuhan digolongkan menjadi dua golongan :
    • Penyakit Abiotik
    • Penyakit Biotik

Sabtu, 28 Januari 2012

Vertebrata Hama : TUNGAU




TUNGAU termasuk hama pada berbagai tanaman yang belum banyak petani yang tahu cara pengendaliannya. Hal ini disebabkan karena tungau merupakan jenis binatang hama yang bukan serangga (ulat, belalang, wereng dll) sehingga dalam mengendalikan hama ini harus menggunakan pestisida yang benar-benar untuk tungau. Kenapa saya mengatakan tungau bukan serangga karena tungau memiliki kaki 8 buah, sedangkan serangga harus memiliki kaki 6 buah.


Tungau adalah sekelompok hewan kecil bertungkai delapan yang, bersama-sama dengan caplak, menjadi anggota superordo Acarina. Tungau bukanlah kutu dalam pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil (sehingga beberapa orang menganggap keduanya sama). Apabila kutu sejati merupakan anggota Insecta (serangga), tungau lebih berdekatan dengan laba-laba dilihat dari kekerabatannya.


Hewan ini merupakan salah satu avertebrata yang paling beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan. Ukurannya kebanyakan sangat kecil sehingga kurang menarik perhatian hewan pemangsa besar dan mengakibatkan ia mudah menyebar.


Banyak di antara anggotanya yang hidup bebas di air atau daratan, namun ada anggotanya yang menjadi parasit pada hewan lain (mamalia maupun serangga) atau tumbuhan, bahkan ada yang memakan kapang. Beberapa tungau diketahui menjadi penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Walaupun demikian, ada pula tungau yang hidup menumpang pada hewan lain namun saling menguntungkan. Di bidang pertanian, tungau menimbulkan banyak kerusakan pada kualitas buah jeruk (umpamanya tungau karat buah Phyllocoptura oleivera Ashmed dan tungau merah Panonychus citri McGregor), merusak daun ketela pohon dan juga daun beberapa tumbuhan Solanceae (cabai dan tomat). Tungau juga menyebabkan penyakit skabies, penyakit pada kulit yang mudah menular.


Ada lebih dari 45 ribu jenis tungau yang telah dipertelakan. Para ilmuwan berpendapat, itu baru sekitar 5% dari kenyataan total jenis yang ada. Hewan ini dipercaya telah ada sejak sekitar 400 juta tahun. Ilmu yang mempelajari perikehidupan tungau dan caplak dikenal sebagai akarologi.


Taksonomi tungau masih belum stabil karena banyaknya perubahan. Namun dapat dikatakan bahwa tungau mencakup semua anggota Acariformes, semua Parasitoformes kecuali Ixodida (caplak), dan beberapa familia dan genera yang belum pasti penempatannya










=================================================


 Brevipalpus californicus
Spesies:Brevipalpus californicus (Acarina: Tenuipalpidae)
Nama Umum:red and black flat mites
Inang:Pepaya
Gejala:- Buah pepaya yang diserang kulitnya menjadi tidak mulus, cacat seperti bergabus, dan berwarna agak kecoklatan.
Deskripsi:Ukuran tunggau relatif kecil 0,3 mm. - Tungau jantan berwarna merah dan berbentuk baji pipih. - Tungau betina berbentuk oval pipih dan berwarna merah atau merah kehitam-hitaman sampai hitam. - Selama hidupnya berlangsung sekitar 30 hari - Seekor betina bertelur antara 50-70 butir. Telur berwarna merah muda sampai kemerahan - Stadia telur sampai dewasa berkisar antara 3-5 minggu. - Pada musim panas, stadia tungau berlangsung lebih cepat antara 3-5 minggu, dan musim hujan berlangsung selama 4-5 minggu.  
 


Polyphagotarsonemus latus


Spesies:Polyphagotarsonemus latus (Acarina: Tarsonematidae)
Inang:Cabai
Gejala:Permukaan daun bergelombang dan terdapat variasi perubahan warna daun yang tidak merata.
Deskripsi:Siklus hidup terdiri dari empat stadia yaitu telur, larva, nimfa, imago. Dan perkembangannya sangat singkat.Imago betina meletakkan telur antara 30-76 butir, pada permukaan daun selama 8-13 hari. Betina yang tidak kawin akan menghasilkan keturunan jantan semua, sedangkan betina yang kawin akan menghasilkan 4 telur betina dan 1 telur jantan. Telur tidak berwarna, bening, berbentuk elips tipis. Telur diletakkan satu per satu. Larva akan menetas 2-3 hari. Larva berukuran sangat kecil antara 0,1-0,2 mm berbentuk seperti buah pear dan memiliki 3 pasang tungkai. Fase pupa, tungau akan istirahat, bentuknya tidak berbeda dengan fase larva hanya tungkainya menjadi 4 pasang. Imago betina berukuran sekitar 0,2 mm dan tidak berornamen. Ukuran tubuh betina lebih besar dari pada jantan.  
 
Pengendalian:Membersihkan gulma disekitar tanaman. Disemprot dengan akarisida seprti Kelthan, Acarin, Galecron, Gusathon dll.





 Polyphagotarsonemus latus
Spesies:Polyphagotarsonemus latus (Acarina: Tarsonematidae)
Inang:Tomat
Gejala:Permukaan daun bergelombang dan terdapat variasi perubahan warna daun yang tidak merata.
Deskripsi:Siklus hidup terdiri dari empat stadia yaitu telur, larva, nimfa, imago. Dan perkembangannya sangat singkat.Imago betina meletakkan telur antara 30-76 butir, pada permukaan daun selama 8-13 hari. Betina yang tidak kawin akan menghasilkan keturunan jantan semua, sedangkan betina yang kawin akan menghasilkan 4 telur betina dan 1 telur jantan. Telur tidak berwarna, bening, berbentuk elips tipis. Telur diletakkan satu per satu. Larva akan menetas 2-3 hari. Larva berukuran sangat kecil antara 0,1-0,2 mm berbentuk seperti buah pear dan memiliki 3 pasang tungkai. Fase pupa, tungau akan istirahat, bentuknya tidak berbeda dengan fase larva hanya tungkainya menjadi 4 pasang. Imago betina berukuran sekitar 0,2 mm dan tidak berornamen. Ukuran tubuh betina lebih besar dari pada jantan.  
 
Pengendalian:Membersihkan gulma disekitar tanaman. Disemprot dengan akarisida seprti Kelthan, Acarin, Galecron, Gusathon dll.


BAHAN ORGANIK TANAH


PENDAHULUAN
  • Bahan Organik merupakan salah satu konstituen tanah yang sangat penting untuk menjaga agar fungsi tanah dalam mendukung pertumbuhan tanaman tetap optimal. 
  • Hampir semua bentuk kehidupan di dalam tanah, juga sangat tergantung kepada bahan organik baik sebagai sumber energi maupun sebagai sumber nutrisi. 
  • Bahan organik di dalam ekosistem terdiri dari bahan organik yang berada di atas permukaan tanah dan yang berada di bawah permukaan tanah. 
  • Bahan organik yang berada di atas permukaan tanah biasanya terdapat dalam bentuk seresah (akumulasi residu tanaman/hewan) dan sebagian terdapat dalam bentuk yang sedang terdekomposisi. 
  • Bahan organik yang berada di bawah tanah umumnya telah menjadi bentuk sebagai senyawa humus (humic substance)

Jumat, 27 Januari 2012

BIOLOGI DAN ORGANISME TANAH


BIOLOGI TANAH
  • Biologi Tanah adalah bagian yang membahas tentang organisme hidup dan bahan organik yang ada di dalam tanah 
  • Bagian dari organisme hidup dan bahan organik di dalam tanah mineral sangat sedikit yaitu sekitar 5%, tetapi perannya sangat besar. 
  • Bahan organik tanah merupakan bagian dari konsep koloidal yang memegang peranan penting dalam kesuburan tanah. 
  • Bahan organik itu sendiri berpangkal dari kehidupan dalam tanah yang kita sebut biologi tanah.

Minggu, 22 Januari 2012

KELEMBABAN UDARA



Kelembapan udara menggambarkan kandungan uap air di udara
Kandungan uap air di udara (atmosfer) dapat diukur berdasar beberapa cara :

1. Kelembapan mutlak :


Menggambarkan kandungan uap air dalam satu satuan massa udara
Contoh : Kel mutlak wilayah tropika umumnya lebih tinggi dari wilayah temperate.

Kamis, 19 Januari 2012

TEKNIK BUDIDAYA



 TEKNIK BUDIDAYA

A.    Pengolahan Tanah

meliputi :
-          Tujuan pengolahan tanah
-          Alat pengerjaan tanah
-          Cara pengolahan tanah

Tanah

Dari sudut pandang bidang pertanian : merupakan tempat tumbuh bagi tanaman.
Faktor lingkungan yang mempunyai hubungan timbal balik dengan tanaman yang tumbuh diatasnya.

Faktor lingkungan tanah meliputi :
-          Faktor Fisik, yaitu air, udara, struktur tanah dan suhu.
-          Faktor Kimiawi, yaitu kemampuan tanah dalam penyediaan nutrisi atau unsur hara.

Proses pembentukan tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : bahan induk, iklim, vegetasi, drainase dan waktu.


Tanah : f (P.V.C.TD.T)

Dimana :
f     = fungsi dari
P    = parent material atau bahan induk
C   = climate (iklim)
V   = vegetasi
TD = topografi atau drainase
T    = Time atau waktu yang dibutuhkan.

DASAR DASAR AGRONOMI



DASAR – DASAR  AGRONOMI


A.   Agronomi
                                          Agros  : Lapang Produksi (Field)
Agronomi       
                                          Nomos : Pengelolaan
Agronomi : Pengelolaan lapang produksi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tiga Pengertian Pokok Agronomi :

-        Lapang produksi (lingkungan tanaman)
-        Pengelolaan (manajemen)
-        Produksi maksimum (sebagai hasil proses dari 2 faktor diatas, yaitu lapang produksi dan pengelolaan).

Ikuti Saya ^___^

visitors

 

My Blog List

Feedjit

PLANT HOSPITAL Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino