Jumat, 29 Juni 2012

MACAM-MACAM HAMA, PENYAKIT, DAN GULMA TANAMAN TEBU



a. Penggerek pucuk

Hama ini berupa ulat yang menyerang pucuk tanaman sehingga mematikan titik tumbuh. Usaha pemberantasannya menggunakan insektisida carbofulan yang dapat diberikan dengan suntikan atau taburan.
b. Penggerek batang

Hama berupa ulat ini merusak ruas-ruas batang tebu sehingga pada serangan yang parah dapat merobohkan tanaman. Usaha pengendaliannya dapat dilakukan secara hayati dengan menggunakan parasit karawai Trichograma spp., dan parasit lalat Diatraeophaga striatalis.
c. Kutu bulu putih

Pada daun-daun yang mulai Nampak ada kutu bulu putih segera dipangkas, dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk dimusnahkan atau dibakar. Pada serangan yang sudah luas, pemberantasannya dapat menggunakan parasit Encarsia flavosculetan atau menggunakan insektisida sistemik misalnya fornation 825 gr/ha atau dimetroat 1000 gr/ha.
d. Uret

Hama ini menyerang akar dan pangkal tanaman tebu. Tanaman yang terserang menampakkan gejala kelayuan daun. Pemberantasan uret dengan insektisida disarankan menggunakan carbofuran 3% sebanyak 50 kg/ha. Penggunaan insektisida yang mengandung senyawa BHC hanya diperbolehkan pada lahan yang tidak ditanami tanaman pangan. Disamping secara kimiawi, pengendalian hama uret dapat dilakukan secara mekanis dengan cara mengumpulkan uret dan imagonya. Penangkapan imago harus dilakukan sebelum imago sempat kawin. Berdasarkan siklus kehidupan uret, penangkapan imago dapat dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember. Di daerah dengan serangan hama uret kuat, dianjurkan penggunaan insektisida yang berformulasi "slow release", antara lain dursban 14 S sebanyak 28 kg/ha yang diberikan di dasar juringan sebelum tebu ditanam. Insektisida ini dapat mengendalikan uret selama tiga tahun tanpa merusak perakaran tebunya. 

e. Tikus

Serangan tikus di daerah-daerah tertentu terjadi hanpir setiap tahun, sehingga kemungkinan kerugian sangat besar. Pada daerah-daerah yang berbatasan dengan sawah perlu adanya kerjasama dengan petani padi untuk mengamati adanya serangan tikus pada tanaman padi. Segera setelah panen, dilakukan gropyokan dan pengasapan pada lubang-lubang persembunyian maupun pemasangan umpan beracun.


PENYAKIT

a. Penyakit mosaik

Penyebab adalah virus mosaik. Tanda-tanda penyakit ini yaitu pada daun terdapat gambaran mosaic berupa garis-garis dan noda-noda berwarna hijau muda sampai kuning. Cara pencegahan yang dilakukan selama ini adalah dengan menggunakan bibit terseleksi yang berasal dari tanaman sehat dan varietas tebu yang tahan terhadap penyakit mosaic seperti Ps 56, F 154, F 156, atau M 442-51.
b. Penyakit pembuluh

Penyebab adalah bakteri Clavibacter xylisubsp xvli. Tanaman yang terserang menampakkan gejala pertumbuhan yang kurang sempurna terutama tanaman keprasan tampak kerdil. Gejala yang khas yaitu terlihat warna jingga kemerah-merahan pada berkas-berkas pembuluh batang tebu menjelang masaknya tebu. Cara pencegahan penyakit ini antara lain dengan melakukan desinfeksi alat pemotong tebu dengan lisol 20%, penanaman dengan menggunakan bibit sehat yang diperoleh dengan perawatan air panas terhadap bibit tebu pada suhu 50°C selama 2-3 jam.
c. Penyakit luka api (smut)

Penyebabnya adalah Ustilago scitamiea Syd. Gejala penyakit ini timbulnya cambuk hitam pada pucuk tebu. Pencegahannya dengan menanamkan bibit yang sehat dan varietas yang resisten, bibit didesinfeksi dengan 0,5 gr b.a/tridiamefon.

d. Penyakit blendok

Tanda-tanda serangan penyakit yang disebabkan oleh sejenis bakteri ini yaitu apabila batang dibelah tampak pembuluh-pembuluh berwarna kuning tua sampai merah tua. Usaha pencegahannya dengan desinfeksi pisau pemotong menggunakan lisol.
e. Penyakit pokahbung

Penyakit ini disebabkan oleh sejenis jamur dan terutama timbul di musim hujan. Tanda-tanda penyakit ini adalah pada daun muda terlihat memutih (chlorosis). Pada serangan yang parah, pucuk tanaman menjadi busuk, pembuluh tanaman menjadi busuk, pembuluh tanaman menjadi tidak normal bentuknya (bengkok dan luka). Pemberantasan untuk tanaman yang telah terserang dengan cara disemprot bubur Bordo 1% seminggu sekali.

3. Gangguan Gulma dan Penanggulangannya. 

Gangguan gulma dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar karena bisa menyebabkan penurunan bobot tebu. Pengendalian gulma disamping dengan cara menual ataupun kimiawi menggunakan herbisida, dapat pula dilakukan secara kultur teknis dengan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat menekan pertumbuhan gulma atau dengan cara mekanis dengan pembajakan dan penggaruan. Keempat cara tersebut dalam pelaksanaannya dapat dilakukan secara terpadu. Usaha pengendalian gulma akan dapat memberikan hasil yang baik apabila pelaksanaannya tepat waktu, cara, alat, maupun dosis dan jenis herbisida yang digunakan. Ir. Amirudin Aidin Beng, MM., Penyuluh Pertanian



Sumber: 

Pedoman Budidaya Tanaman Tebu Lahan Sawah, Direktorat Budidaya Tanaman Semusim, Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian, 2006.

MACAM-MACAM PENYAKIT TANAMAN MANGGA



Penyakit Gleosporium

Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu, buah busuk, daun berbintik-bintik hitam dan menggulung.
Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux.2. Penyakit diplodia


Penyebab: jamur Diplodia sp. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi.
Pengendalian: dengan bubur bordeaux. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum.3. Cendawan jelaga

Penyebab: jamur Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis.
Pengendalian: dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang.4. Bercak karat merah

Penyebab: ganggang Cephaleuros sp. Menyerang daun, ranting, bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan.
Pengendalian: pemangkasan dahan, cabang, ranting, menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga.5. Kudis buah

Penyebab: Elsinoe mangiferae
Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun.
Gejala: adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan.
Pengendalian: fungisida Dithane M-45, Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang.
6. Penyakit Antraknose (Colletotrichum sp.)

Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok.
Pengendalian : pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.7. Penyakit Blendok

Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). Lubang mengeluarkan blendok (getah) yang akan berubah warna menjadi coklat atau hitam.
Pengendalian: memotong bagian yang sakit, lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux.
Sumber:

http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-mangga.html
Sentra IPTEK & Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS
http://www.tamanmundu.com/budidaya-tanaman/28-budidaya/9-budidaya-mangga.html

MACAM-MACAM HAMA TANAMAN MANGGA


Tanaman mangga (Mangifera Indica L.) sebenarnya adalah tanaman asli negeri India, namun kini sudah menjadi tanaman yang tidak asing bagi masyarakat kita. Hampir di setiap daerah di Indonesia terdapat tanaman mangga, walaupun umumnya hanya berupa tanaman pekarangan rumah atau sebagai pelindung maupun sebagai tanaman sela di kebun-kebun warga, tetapi beberapa daerah seperti Indramayu, Cirebon dan Probolinggo dikenal sebagai sentra produksi mangga di Pulau Jawa.

Beberapa jenis hama dan penyakit yang umumnya menyerang tanaman mangga adalah:

1. Wereng Mangga ( Idiocerus clypealis, I. Niveosparsus, I. Atkinsoni)

Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation (perpanjangan tunas). Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini mengeluarkan cairan manis (embun madu) yang dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold). Disamping itu, embun madu dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga.

Pengendalian kimiawi dengan penyemprotan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali.2. Penggerek Pucuk, Tip Borer (Clumetia transversa)

Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati.
Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan insektisida sistemik.3. Ulat Philotroctis sp.

Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Philoctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari.
Pengendalian dengan PESTONA.4. Penggerek Buah, Seed Borer (Noorda albizonalis)

Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit.
Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar, semprot dengan PESTONA.5. Bubuk buah mangga

Menyerang buah sampai tunas muda. Kulit buah kelihatan normal, bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini.

Pengendalian: memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini, menggunakan pupuk kandang halus, mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul.6. Bisul daun (Procontarinia matteiana.)

Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat, hijau dan kemerahan.
Pengendalian: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord, Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu, membakar daun yang terserang, menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi.7. Lalat buah ( Bractocera dorsalis )

Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri.
Gejala: buah busuk, jatuh dan menurunkan produktivitas.
Pengendalian: dengan memusnahkan buah yang rusak, pembungkusan buah , pemasangan perangkap lalat buah dengan memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida.8. Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis)

Menyerang buah dan masuk ke dalamnya.
Pengendalian: dengan semut merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur.9. Tungau (Paratetranychus yothersi, Hemitarsonemus latus)

Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga.
Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang, insektisida Diazinon atau Basudin.10. Thrips ( Scirtothrips dorsalis )

Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas 
dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh.

Pengendalian : tunas muda terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA11. Codot

Memakan buah mangga di malam hari.
Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga, memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring.

Minggu, 24 Juni 2012

UNSUR HARA DALAM TANAH


UNSUR MAKRO DALAM TANAH


##NITROGEN

  • BENTUK UNSUR N DALAM TANAH
    • Unavailable (sebagai penyusun senyawa bahan organik)
    • available (terdapat dalam komplek adsorbsi)
    • Readily Available (terdapat dalam larutan tanah)
  • SUMBER NITROGEN
    • atmosfer
    • Bahan organik
  • KEGUNAAN NITROGEN
    • Penyusun klorofil
    • Mempengaruhi pertumbuhan vegetatif
    • Memperpanjang periode pertumbuhan
    • Memperlambat pemasakan
    • Menyebabkan tanaman lebih hijau


***

##PHOSPOR
  • SUMBER PHOSPOR
    • Bahan organik
    • mineral, kalium, fosfat
  • KEGUNAAN PHOSPOR
    • Berperan penting dalam fotosintesis sebagai pembentuk karbohidrat, protein, dan lemak
    • Berperan dalam pembelahan sel
    • Mempertinggi ketahanan terhadap penyakit
    • Mempercepat pemasakan dan pertumbuhan akar
    • Berperan dalam pembentukan primordia bagian reprodukstif tanaman
    • Penyusun phytin, nucleoid acid, dan phospolipid

***

##KALIUM
  • SUMBER KALIUM
    • Bahan organik
    • Golongan mineral silikat
    • Bahan endapan senyawa garam tidak murni
  • KEGUNAAN KALIUM
    • Memelihara keseimbangan antara anabolisme, transpirasi, dan pernafasan tumbuhan
    • Memelihara kandungan air
    • Mendorong pembelahan sel
    • Mendorong pembentukan protein
    • Mendorong proses fotosintesis, pembentukan, dan transportasi gula
    • Bertindak sebagai antagonis N, mengurangi kandungan N dalam jaringan tumbuhan, sehingga :
      • Memperkeras jaringan tiang
      • Tahan terhadap serangan hama
      • Struktur tanaman lebih kuat
      • Dapat memperbaiki warna daun

***

##KARBON
  • SUMBER KARBON
  • KEGUNAAN  KARBON

##HIDROGEN
  • SUMBER HIDROGEN
  • KEGUNAAN HIDROGEN

##OKSIGEN
  • SUMBER OKSIGEN
  • KEGUNAAN OKSIGEN
##KALSIUM
##MAGNESIUM
##SULFUR
##KLORIN



UNSUR MIKRO DALAM TANAH

PERANAN UNSUR MIKRO DALAM TANAH
  • Menyusun jaringan tubuh tanaman
  • Mempengaruhi proses oksidasi reduksi dalam tubuh tanaman
  • Mengatur kadar asam dalam tubuh tanaman
  • Mempengaruhi penyerapan air
  • Mempengaruhi transformasi unsur N
  • Mempengaruhi masuknya unsur hara lain dalam tubuh tanaman
  • Membantu pertumbuhan tanaman
SUMBER UNSUR MIKRO
  • Produk pupuk organik
  • Pupuk an Organik
  • Produk gelas frits
  • Khelat sintetik
  • Senyawa organik komplek alamiah

***

##BORON
  • KEGUNAAN BORON
    • Mempermudah ikatan glukosa dan fruktosa menjadi seslulosa untuk mempertebal dinding sel
    • Membentuk ester dengan sukrosa sehingga memudahkan pengangkutan hasil fotosintesis
    • Mempengaruhi metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol, dan auksin
    • Mempengaruhi proses pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel
  • AKIBAT KEKURANGAN BORON
    • Laju fotosintesis menurun
    • Dinding sel tipis, penebalan suberin, dan terbentuk ruang re-oksigen
    • Pertumbuhan egetatif terhambat

***

##TEMBAGA
  • KEGUNAAN TEMBAGA
  • AKIBAT KEKURANGAN TEMBAGA
##BESI
##MANGAN
##SENG


UNSUR NON ESSENTIAL DALAM TANAH

insecta : PROTURA




CIRI-CIRI PROTURA

  • Protura adalah hexapoda yang kecil berwarna keputih-putihan, panjangnya 0,6 - 1,5 mm.
  • Kepala agak berbentuk konis, tidak memiliki mata maupun antena.
  • Bagian-bagian mulut tidak menggigit, tapi dipakai untuk menggerogoti partikel-partikel makanan yang kemudian dicampur dengan air liur dan dihisap masuk kedalam mulut. 
  • Pasangan tungkai pertama berfungsi sensorik dan terletak dalam posisi yang mengangkat seperti antena.
  • Terdapat stili pada tiga ruas-ruas pertama abdomen.
  • Setelah menetas dari telur, abdomen protura terdiri dari sembilan ruas. Pada tiap tiga pergantian kulit berikutnya ruas-ruas ditambahkan di sebelah anterior bagian ujung (telson), sehingga abdomen dewasa memiliki 12 ruas.
  • Hexapoda-hexapoda ini hidup dalam tanah yang lembab atau bunga-bunga tanah, pada jamur daun, dibawah kulit kayu dan pada kayu gelondongan yang sedang membusuk.
  • Mereka makan bahan organik yang membusuk dan spora-spora jamur.
  • Famili dari kelas Protura diantaranya adalah Eosentomidae, Protentomidae, Acerentomidae.



TAKSONOMI PROTURA

  • Familia Acerentomidae
    • Acerentomidae tidak memiliki trakea dan spirakel. Stili beruas satu, terdapat pada ruas abdomen kedua dan ketiga. Contoh, Acerentomon Acerentomon doderoi doderoi dan dan Acerentulus Acerentulus barberi barberi--barberi barberi..Acerentulus barberi-barberi
  • Familia Eosentomidae
  • Familia Protentomidae

Metamorfosis Protura

Perubahan yang terjadi selama serangga berkembang dari telur sampai menjadi dewasa disebut metamorfose. Dalam proses pertumbuhan tersebut terjadi proses pergantian kulit yang dikenal dengan istilah ecdysis atau moulting dan sisa kulit yang terkelupas disebut exuviae. Selama pertumbuhan berlangsung akan mengalami beberapa kali pergantian kulit dan bentuk serangga antara dua masa pergantian kulit tersebut disebut instar. Pada protura mengalami proses metamorphosis tipe Ametabola atau primitive. Dalam metamorfose ini tidak terjadi perubahan-perubahan bentuk luar yang jelas, kecuali ukuran besarnya.














REFERENSI :
http://yusufselaluyusuf.blogspot.com/08/10/2011/09:21

Sabtu, 02 Juni 2012

Insecta : LEPIDOPTERA



LEPIDOPTERA

Serangga dewasa mudah dikenal karena seluruh badan dan sayapnya ditutupi oleh sisik. Sayap berupa membran yang ditutupi oleh sisik. Imago Lepidoptera biasanya disebut kupu-kupu (Butterflies) atau ngengat untuk Moth (kupu-kupu malam)


Kupu-kupu aktif siang hari, sedangkan ngengat aktif malam hari.Bentuk alat mulut tipe mengisap, alat mulut berubah sedemikian rupa sehingga mulutnya menyerupai belalai yang disebut probosis.Ordo Lepidoptera dibagi menjadi dua subordo, yaitu subordo Yugatae dan subordo Frenatae.


Sub ordo Yugatae

Kedua sayap depan dan belakang dihubungkan dengan yugum. Yugum berbentuk seperti kait (tajuk) pada bagian dasar dari sayap depan dan menjorok ke bagian bawah sayap belakang. Dengan adanya yugum sayap depan dan belakang berlekatan satu sama lain sehingga pada waktu terbang bergerak bersama-sama.
Termasuk ke dalam sub ordo Yugatae adalah ngengat primitif, misalnya dari Familia Micropterygidae, dimana imagonya bertipe mengigit dan hal ini merupakan penyimpangan dari tipe alat mulut Lepidoptera pada umumnya. Jenis-jenis dari Yugatae tidak banyak menjadi hama.

Di Indonesia ada satu Familia yang merupakan hama yaitu Familia Hepiadidae, dimana ulatnya itu sebagai penggerek akar dan bulu-bulu akar. Di Jawa ada satu genus Phassus yang terdapat pada pohon kina, teh, coklat, dan singkong.


Sub ordo Frenatae

Anggota-anggota sub ordo Frenatae memiliki organ yang disebut frenulum. Frenulum adalah sekelompok rambut kasar yang menjulur ke depan pada pangkalsayap belakang di bagian depannya.

1 Familia Cossidae

Ulat dari Familia ini merupakan penggerek batang dan cabang pada bermacam-macam tanaman. Contoh, Cossus subfuscus, penggerek pada kulit sekunder dari pohon petai dan Phragmatoccia parvipunata, penggerek pada tebu.

2 Familia Plutellidae

Plutella maculipennis, ulat berwarna hijau, makan bagian bawah daun dari tanaman kubis dan bekas serangannya pada daun kubis kelihatan seperti jendela putih yang tak teratur.

3. Familia Pyralidae

Schoenobius bifunctife, penggerek kuning batang padi biasanya dikenal dengan nama hama Sundep/Beluk. Scirpophaga innotata, penggerek putih batang padi.

4 Familia Zygaenidae

Ukuran ulatnya kecil, kerap kali warnanya mencolok. Pada badan terdapat bintik-bintik , menyukai daun yang pertumbuhannya telah selesai dan kaku. Biasa hidup pada pohon-pohon tinggi yang termasuk monokotil (kelapa dan bamboo). Contoh, Artona cartoxantha dan Artona trisignata (pada Zingiberaceae).

5 Familia Psychidae

Ulat membuat kntung untuk berlindung. Seluruh tubuh ulat terbungkus atau terlindung dalam kantung. Untuk aktivitas hidupnya hanya mengeluarkan kepala dari bagian depan dan toraks yang dikeluarkan.
Contoh, Mahasena corbetti.

6 Familia Geometridae

Kupu-kupu anggota Familia Geometridae terkenal dengan ulatnya yang disebut ulat kian (ulat jengkal). Ulat ini memiliki ciri khas yaitu proleg dan bagian tengah tidak ada. Contoh, Alsophila pometaria.

7 Familia Bombycidae

Kupu-kupu anggota Bombycidae, mempunyai rumah kepompong berwarna putih yang merupakan bahan mentah dari sutera. Ulat memiliki ciri pada ujung abdomennya ada semacam ‘tanduk’. Contoh: Bombyx mori.

8. Familia Saturniidae

Merupakan kupu-kupu berukuran besar. Ulat sutra di India termasuk familia ini. Ada jenis ulat yang bisa mengunduli pohon. Kepompongnya punya rumah kepompong.Contoh: Attacua atlas (Kupu-kupu Si Ramarama/ Kupu-kupu Gajah). Pada waktu senja hari suka masuk rumah karena tertarik cahaya lampu. Ulatnya besar sampai 15 cm panjangnya. Contoh lain: Cricula trifenestrata (Kupu-kupu Kenari). Familia Saturniidae

9 Familia Sphingidae

Ulatnya mudah dikenal karena pada ujung abdomen terdapat embelan berupa tanduk. Ada beberapa jenis yang membentuk kepompong secara khas dimana kepala punya belalai. Bentuk dewasa mempunyai ciri khas bagian depan lancip (sempit) dan panjang, badan streamline. Bentuk seperti pesawat jetdengan
sayap berbentuk segitiga. Kupu-kupu Sphingidae dapat terbang dengan cepat.

12 Familia Nymphalidae

Kaki depan sangat terreduksi, tanpa cakar. Sebagian dimasukkan Familia Danaidae. Nama umum dari familia ini merujuk pada fakta bahwa tungkai-tungkai depan sangat menyusut dan tidak ada cakar
dan hanya tungkai-tungkai tengah dan belakang yang dipakai untuk berjalan. Familia Nymphalidae terdiri atas sembilan subfamilia. Salah satu contoh anggota familia Nymphalidae adalah kupu-kupu Helikonia (Heliconius charitonius). Heliconius sp


13 Familia Pieridae

Merupakan kupu-kupu putih dan kuning dan kupu-kupu ini biasanya menarik perhatikan karena terbang dalam kelompok dan berjumlah banyak. Contoh, Catopsosilia crocale


14 Familia Hesperidae

Ulat dan kupu-kupu mempunyai bentuk khas. Ulat berbentuk langsung, Bentuk dewasa berupa

kupu-kupu berbadan pendek, kepala lebar, antena bentuk khas dimana ujungnya menebal, membengkok dan meruncing. Kupu-kupu berwarna sawo matang dan kuning mas dan pada sayap terdapat jendela. Aktif sore hari, terbang zig-zag sehingga disebut skippers. Penyebaran di daerah tropis. Contoh: Eritonia thrax. Ulat hidup dalam gulungan daun pisang









Ikuti Saya ^___^

visitors

 

My Blog List

Feedjit

PLANT HOSPITAL Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino