Kamis, 03 Oktober 2013

entomologi serangga : MORFOLOGI EKSTERNAL SERANGGA


Serangga adalah invertebrata beruas yang memiliki kerangka luar (eksoskeleton). Eksoskeleton selain berfungsi sebagai kulit serangga juga berfungsi sebagai penyangga tubuh, alat proteksi diri, dan tempat melekatnya otot. Kulit serangga disebut integumen yang terdiri dari kutikula dan lapisan epidermis. Kutikula merupakan lapisan tipis yang strukturnya sangat kompleks yang terdiri dari epikutikula dan prokutikula. Epikutikula merupakan lapisan terluar integumen dan merupakan lapisan yang tipis, sedangkan prokutikula merupakan lapisan tebal yang terdiri atas eksokutikula dan endokutikula.
Epikutikula mempunyai ketebalan antara 0,1 sampai dengan 3 µm yang tersusun dari tiga lapisan yaitu lapisan superficial, epikutikula bagian luar, dan epikutikula bagian dalam. Epikutikula merupakan lapisan yang sangat vital dalam mencegah terjadinya dehidrasi dan bersifat hidrofobik.
Prokutikula mempunyai ketebalan 0, 5 sampai dengan 10 µm yang tersusun dari dua lapisan yaitu lapisan eksokutikula dan endokutikula. Bahan utama pembentuk prokutikula adalah kitin kompleks dengan protein. Kitin berperan sebagai elemen penyangga dan merupakan bahan khusus yang sangat penting dalam struktur ekstraseluler serangga. Kitin ini tersusun atas polimer tidak bercabang yaitu sebuah polisakarida yang tersusun dari β(1-4) yang merupakan unit yang tersambung pada N-asetil-D-glukosamin.
Bagian kulit yang mengeras atau mengalami sklerotisasi disebut sklerit. Sklerit ini bisa berupa bidang, garis, galur, kerutan, atau lipatan; galur dan garis biasa juga disebut suture. Pada permukaan integumen terdapat beberapa proses eksternal yang membentuk kerutan, taji, sisik, duri, dan rambut. Selain proses eksternal juga terdapat proses internal yang membentuk apodem. Apodem merupakan area internal tempat melekatnya otot serangga.
Serangga dewasa tubuhnya terbagi atas tiga bagian, yaitu caputtorak, danabdomen. Caput merupakan sebuah konstruksi yang padat dan keras dan terdapat beberapa suture yang menurut teori evolusi caput tersebut terdiri dari empat ruas yang mengalami penyatuan. Torak terdiri dari tiga ruas yang jelas terlihat, sedangkan abdomen terdiri dari + 9 ruas.
Caput merupakan kepala serangga yang berfungsi sebagai tempat melekatnya antena, mata majemuk, mata oseli, dan alat mulut. Berdasarkan posisinya kepala serangga dibagi menjadi tiga, yaituhypognathousprognathous, danephistognathous. Hypognathous apabila alat mulutnya menghadap ke bawah, contoh serangganya adalah belalang Acrididae; prognathous apabila alat mulutnya menghadap ke depan, contoh serangganya adalah kumbang Carabidae; dan ephistognathous apabila alat mulutnya menghadap ke belakang, contoh serangga adalah semua serangga ordo Hemiptera.
Antena serangga berjumlah dua atau sepasang, berupa alat tambahan yang beruas-ruas dan berpori yang berfungsi sebagai alat sensor. Bagian-bagian antena adalah antenifer, soket, scape, pedicel, meriston, dan flagelum. Bentuk antena serangga sangat bervariasi berdasarkan jenis dan stadiumnya.
Mata serangga terdiri dari dua macam yaitu mata majemuk dan mata oseli. Mata majemuk berfungsi sebagai pendeteksi warna dan bentuk, sedangkan mata oseli atau biasa disebut mata tunggal berfungsi sebagai pendeteksi intensitas cahaya. Mata majemuk terdiri dari beberapa ommatidia dan mata tunggal terdiri dari satu. Sebagai contoh, mata majemuk capung terdiri dari 28.000 ommatidia dan satu ommatidiumnya berukuran + 10 µm.
Serangga makan dengan menggunakan mulutnya. Ada beberapa tipe alat mulutserangga, yaitu: penggigit-pengunyah, penggigit-pengisap, penusuk-pengisap, pemarut-pengisap, pengait-pengisap, pencecap-pengisap, dan pengisap.
Leher serangga merupakan daerah bermembran yang disebut cervix. Pada bagian cervix terdapat sepasang cervicalsklerit. Sepasang cervical sklerit ini berfungsi sebagai engsel yang menghubungkan antara caput dengan torak. Pada beberapa serangga cervix sklerit ini menyatu dengan pleura pada protoraks.
Toraks adalah bagian yang menghubungkan antara caput dan abdomen. Torak serangga terdiri dari tiga ruas yaitu protorak, mesotorak, dan metatorak [Gambar 6].  Torak juga merupakan daerah lokomotor pada serangga dewasa karena pada torak terdapat tiga pasang kaki dan dua atau satu pasang sayap (kecuali ordo Thysanura tidak bersayap). Torak bagian dorsal disebut notum.
Kaki serangga dewasa berjumlah tiga pasang, sedangkan pada fase pradewasa jumlah kakinya sangat bervariasi tergantung spesiesnya. Secara umum kaki serangga terdiri dari beberapa ruas yaitu trochantin,coxatrochanterfemurtibiatarsus,pretarsus, dan claw. Bentuk kaki serangga dewasa juga sangat bervariasi berdasarkan pada fungsinya. Kaki yang digunakan untuk meloncat disebut saltatorial, menggali disebut fosorial, berlari disebut kursorial, berjalan disebut gresorial, menangkap mangsa disebut raptorial, dan berenang disebut natatorial.
Sayap serangga terdiri dari dua atau satu pasang. Serangga bersayap pada fase dewasa dan pradewasa khusus pada Ephemeroptera yang biasa disebut fase subimago/preimago. Sayap serangga secara umum berupa lembaran yang bervena berfungsi untuk terbang. Venasi sayap ini penting untuk diketahui sebagai dasar untuk menentukan spesies serangga tertentu, khususnya bangsa lalat dan tawon. Sayap serangga bentuknya sangat bervariasi, oleh karena itu entomologist memilahkan bentuk-bentuk sayap ini sebagai dasar untuk menentukan ordo. Sayap depan kumbang sangat tebal dan kuat yang digunakan sebagai pelindung tubuhnya disebut elytra; sayap depan kepik yang separuh bagian basal tebal disebut corium dan selebihnya membran, sayap depan kepik ini disebut hemelytra; sayap depan kecoa disebut tegmina; dan sayap belakang lalat yang disebut halter berukuran sangat kecil berujung membulat berfungsi sebagai alat penyeimbang ketika terbang.
Abdomen serangga merupakan bagian tubuh yang memuat alat pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Abdomen serangga terdiri dari beberapa ruas, rata-rata 9-10 ruas. Bagian dorsal dan ventral mengalami sklerotisasi sedangkan bagian yang menghubungkannya berupa membran. Bagian dorsal yang mengalami sklerotisasi disebut tergit, bagian ventral disebut sternit, dan bagian ventral berupa membran disebutpleura.

0 comments :

Posting Komentar

Ikuti Saya ^___^

visitors

Follow by Email

 

My Blog List

Feedjit

PLANT HOSPITAL Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino