Kamis, 22 September 2011

PENGANTAR PENYAKIT TUMBUHAN


A. GEJALA PENYAKIT TUMBUHAN

Gejala penyakit tumbuhan sangat perlu diketahui untuk membedakan dengan gejala yang disebabkan oleh hama tumbuhan. Gejala penyakit tumbuhan timbul sebagai akibat masuknya pathogen ke dalam jaringan tumbuhan dan menyebabkan terjadinya infeksi sehingga menyebabkan terjadinya perubahan pada sel atau jaringan tumbuhan.

Berdasarkan perubahan yang terjadi pada sel tumbuhan, gejala penyakit tumbuhan dibagi menjadi 3 tipe, yaitu :

1. NEKROTIK

Gejalannya disebut nekrosis yang meliputi gejala yang terjadi sebagai akibat rusak atau matinya sel sel tumbuhan

2. HIPOPLASTIS

Gejalanya disebut hipoplasia sebagai gejala yang terjadi sebagai akibat terhambatnya atau terhentinya perkembangan sel

3. HIPERPLASTIS

Gejalanya disebut hierplasia meliputi gejala akibat terjadinya perkembangan sel luar biasa.
Bila bertambah ukuran individu disebut HIPERTROFI dan bila bertambah jumlah sel disebut HIPERPLASIA.

• NEKROSIS

1. Hidrosis
Bagian tanaman nampak kebasah-basahan karena sebelum sel-sel mati, air keluar dari ruang sel masuk ke dalam ruang antar sel

2. Klorosis

Menguningnya bagian tanaman yag semula bewarna hijau karena rusaknya klorofil.

3. Nekrosis

Bercak dengan warna dan bentuk yang bermacam-macam sesuai dengan jenis penyakitnya karena matinya sekumpulan sel yang terbatas pada jaringan tertentu.

a. Blight

Gejalanya meluas dengan cepat

b. Spot

Gejala yang muncul kecil-kecil dan cenderung tidak meluas tapi bertambah banyak

c. Target-board spot

Bila yang terjadi pada daun terdiri dari alur-alur konsentris yang bewarna gelap dan terang.

d. Nekrosis

4. Perforasi

Terbentuknya lubang-lubang karena sel-sel yang telah mati runtuh.

5. Busuk

Gejalanya sama dengan gejala nekrosis tapi lebih sering terjadi pada jaringan tebal seperti akar, umbi, dan daun yang tebal.

a. Busuk Basah

Bila jaringan yang membususk menjadi berair dan mengandung cairan

b. Busuk Kering

Bila jaringan yang membususk tidak berair

6. Eksudasi

Terjadinya pengeluaran cairan dari suatu tumbuhan karena penyakit.

a. Gumosis

Pengeluaran gom (bledhok) dari tumbuhan
Ex : batang jeruk yg diserang Diplodia natalensis

b. Latekosis

Pengeluaran latek dari dalam tumbuhan
Ex : batang karet yang diserang jamur upas (Upasia salmonicolor)

c. Resinosis

Pengeluaran dammar (resin) dari dalam tumbuhan

7. Kanker

Kematian jaringan kulit tumbuhan berkayu. Jaringan kulit yang mati menjadi kering, berbatas tegas, mengendap, dan pecah-pecah kemudian runtuh hingga terlihat bagian kayunya.
Ex : bidang sadapan karet yang diserang jamur Phytopthora palmivora.

8. Layu

Gejala terjadi karena hilangnya turgor pada daun dan tunas karena gangguan pada jaringan pengangkutan atau akar, sehingga proses penguapan lebih besar dari ada pengangkutan air.
Ex : tanaman tomat yang diserang jamur Fusarium oxysporum

9. Mati ujung

Nekrosis yang disebabkan oleh matinya ranting atau cabang yang dimulai dari ujung meluas ke pangkal.
Ex : Tanaman jeruk yang diserang jamur Colletothricum sp

10. Terbakar

Nekrosisi yang disebabkan oleh mati atau mengeringnya bagian tumbuhan tertentu, lazimnya daun, yang disebabkan oleh factor abiotik.

HIPOPLASTIS

1. Etiolasi

Disebabkan karena tanaman kekurangan cahaya sehingga menjadi pucat, tumbuh memanjang, dan memunyai daun-daun yang sempit.

2. Kerdil

Ukuran tanaman menjadi lebih kecil dari biasanya yang disebabkan terjadinya hambatan pertumbuhan tanaman.
Ex : tanaman padi terserang tungro

3. Klorosis

Terjadi karena penghambatan pembentukan klorofil sehingga tanaman yang bewarna hijau menjadi bewarna kuning atau pucat dengan berbagai pola, yaitu :

a. Mozaik

Bagian yang bewarna kuning hanya setempat-setempat
Ex :Daun tembakau yang diserang Tobacco Mozaik Virus

b. Vein Banding

Bagian yang bewarna hijau hanya pada bagian sekitar tulang daun
Ex : penyakit CVPD pada jeruk

c. Vein Clearing

Bagian yang kuning hanya pada bagian sekitar tulang daun
Ex : Penyakit triteza pada jeruk

4. Perubahan simetri

Hambatan pertumbuhan pada bagian tertentu yang yidak disertai hambatan pertumbuhan pada bagian di depannya sehingga menyebabakan terjadinya penyimpangan bentuk.
Ex : Batang tebu yang diserang Fusarium moniliforme var. subglutinans

5. Roset

Gejala daun yang berdesakan membentuk suatu karangan karea hambatan pertumbuhan ruas-ruas batang tetapi pertumbuhan daunnya tidak terhambat.

• HIPERPLASTIS

1. Erinose

Gejala penyakit yang terjadi karena terbentuknay banyak trikoma sehingga bagian tanaman tersebut menyerupai beledu.
Ex : daun krotalaria yang diserang tungau

2. Fasiasi

Suatu organ yang harusnya tmbuh silindris dan lurus berubah menjadi pipih, lebar, dan membelok bahkan spiral.
Ex : ranting apel, batang karet muda

3. Intumesensia

Pembengkakan organ pada suatu tanaman yang disebabkan oleh sekumpulan sel pada daerah yang agak luas pada organ tersebut memanjang.
Ex: daun Cassia tomentosa

4. Kudis

Tumbuhan yang terserang mempunyai bercak kasar, berbatas dan agak menonjol, kadang pecah-pecah serta sel-sel di bagian tersebut berubah menjadi sel-sel gabus.
Ex : dijumpai pada buah, umbi, batang dan daun. Kentang yang terserang bakteri Streptomyces scabies

5. Menggulung

Disebabkan oleh pertumbuhan yang tidak seimbang pada bagian daun
Ex : daun tembakau yang diserang virus kerupuk

6. Pembentukan alat yang luar biasa

a. Antolisis

Perubahan bunga menjadi daun-daun yang kecil
Ex : tanaman jagung yang diserang virus kerupuk

b. Enasi

Pembentukan anak daun yang kecil pada sisi bawah tulang daun
Ex : daun tembakau yang diserang virus kerupuk

7. Prolepsis

Berkembangnya tunas-tunas tidur yang berada dekat di sisi bagian yang sakit menjadi tunas air,, yaitu tunas yang tumbuh mnjadi ranting-ranting segar yang tumbuh vertical dengan cepat.

8. Sapu

Berkembangnya tunas ketiak yang biasanya tidur menjadi seberkas ranting yang rapat. Biasanya disertai dengan terjadinya hambatan perkembangan ruas-ruas batang dan daun sehingga ranting yang rapat itu mempunyai ruas-ruas yang pendek dan daun yang kecil.
Ex : tanaman kacang yang diserang mikoplasma

9. Sesidium

Pembengkakan setempat pada jaringan tumbuhan sehingga terbentuk bintil-bintil. Bintil dapat berupa jaringan tumbuhan dan patogennya atau jaringan tumbuhan saja.

a. Fitosesidium

Bila penyebabnya tergolong dalam dunia tumbuhan
Ex : Damar yang diserang Aecidium sp

b. Zoosesidium

Bila penyebabnya tergolong dalam dunia binatang
Ex : tanaman tomat yang diserang Meloidogyne sp


Referensi :
Wibowo, Arif. 2002. Petunjuk Praktikum Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Yogyakarta : Gadjah Mada University

0 komentar:

Poskan Komentar

Ikuti Saya ^___^

visitors

 

AQILAH's PLANT HOSPITAL Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino