Kamis, 24 November 2011

ENTOMOLOGI


Entomologi adalah salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari serangga. Istilah ini berasal dari dua perkataan Latin -ent omon bermakna serangga danl ogos bermakna ilmu pengetahuan.
Sebagai bagian dari komunitas ekosistem bumi, serangga telah menjadi penentukeberadaan dan perkembangan ekosistem di muka bumi. Interaksi antara seranggadengan manusia sudah berlansung sejak manusia ada dan hidup di dunia. Seranggamempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Nilai ekonomi serangga dapatmencapai trilyunan rupiah setiap tahun. Nilai yang menguntungkan dapat berasal dariproduk seperti madu, royal jelly, sutera, jasa penyerbukan, agens hayati, perombak,pariwisata, sumbangan dalam ilmu pengetahuan, dan peran dalam ekosistem. Jutaanton produk pertanian hilang karena kerusakan yang disebabkan oleh serangga. Begitujuga kerugian yang besar akibat gangguan kesehatan hewan dan manusia yangdisebabkan oleh penyakit yang ditularkan dan disebarkan oleh serangga. Trilyunanrupiah dana digunakan untuk biaya pengendalian hama tanaman, hama pascapanen,hama permukiman serta penyakit pada tanaman, hewan dan manusia yang ditularkanoleh serangga. Manusia sering memandang serangga secara antroposentris, yaitu sebagai kelompok organanisme yang lebih banyak mendatangkan kerugian daripadakeuntungan bagi kehidupan manusia. Namun pada hakekatnya aspek-aspek positif danmanfaat serangga bagi kehidupan manusia jauh lebih besar dibandingkan aspek-aspekyang merugikan.Dengan belajar Entomogi kita bisa menempatkan serangga secaraproporsional dalam kehidupan, sehingga tidak memandang serangga sebagai hewanyang selalu merugikan.



A. BATASAN DAN RUANG LINGKUP ENTOMOLOGI

Secara terbatas, Entomologi adalah ilmu yang mempelajari serangga (insecta). Akantetapi, arti ini seringkali diperluas untuk mencakup ilmu yang mempelajariArthropoda(hewan beruas-ruas) lainnya, khususnya laba-laba dan kerabatnya (Arachnida atau Arachnoidea), serta luwing dan kerabatnya (Millepodadan Centipoda). Dimasukannya Arthropoda lain sebagai bagianyang dibahas pada Entomologi karena ada hubungan evolusioner/filogenetis dalam konteks pembahasan taksomis dengan serangga. Selainitu dalam konteks fungsionalArthropoda lain berperan sebagai pemangsa dan pesaingbagi serangga. Melalui entomologi kita akan diajak memgenal serangga lebih jauh.Sebagai disiplin ilmu yang sudah berkembang pesat entomologi kini dapat dibagimenjadi dua cabang ilmu yaitu Entomologi Dasar dan Entomologi Terapan.

Entomologi Dasar dibagi lagi menjadi sub-cabang ilmu yang lebih khusus antara lain

1.Morfologi Serangga adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan struktur tubuh serangga, biasanya lebih ditekankan kepada bentuk dan struktur luar tubuh serangga.

2.Anatomi dan Fisiologi Serangga adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan struktur organ dalam serangga beserta fungsinya.

3.Perilaku (behavior) Serangga adalah ilmu yang mempelajari apyang dilakukan serangga, bagaimana dan kenapa serangga melakukannya.

4.Ekologi Serangga adalah ilmu yang mempelajari hubungan serangga dengan lingkungannya baik lingkungan biotic (organisme lain) maupun lingkungan abiotik, (faktor fisik dan kimia).

5.Patologi Serangga adalah ilmu yang mempelajari serangga sakit baik tingkat individu (patobiologi) maupun pada tingkat populasi (epizootiologi).

6.Taksonomi Serangga adalah ilmu yang mempelajari tatanama dan penggolongan serangga.

Dalam mengkaji taksonomi ini banyak para ahli serangga (Entomologyst)mengkhuskan kajian hanya pada satu ordo bahkan satu famili dari serangga, merekamemberi nama ilmunya biasanya didasarkan kepada nama ilmiah kelompok seranggatersebut seperti:

1.Apiology(melittology), adalah ilmu yang khusus mempelajari lebah.

2.Coleopterology, adalah ilmu yang khusus mempelajari kumbang.

3.Dipterology, adalah ilmu yang khusus mempelajari lalat.

4.Hemipterology, adalah ilmu yang khusus mempelajari kepik.

5.Lepidopterology, adalah ilmu yang khususs mempelajari kupu-kupu dan ngengat.

6.Myrmecology, adalah ilmu yang khusus mempelajari semut.

7.Orthopterology, ilmu yang khusus mempelajari belalang, jengkrik,kecoak dan sebangsanya.

Entomologi terapan kini telah terspesialisasi kedalam sub-sub disiplin yang lebih khusus yaitu:
1.Entomologi Forensik memfokuskan kajian pada penyelidikan kematian manusia dengan menggunakan serangga sebagai petunjuk. Jenis, fasekehidupan dan suksesi serangga yang berasosiasi dengan mayat, misalnyaberbagai jenis lalat seperti Cochliomyia macellaria, Hydrotaea aenescens,dan Sarcophaga haemorrhoidalis dan kumbang bangkai sepertiN icr ophor us orbicollisda n Necrophila americana dapat digunakan untuk memprediksi saat dan lokasi kematian manusia yang bersangkutan.

2.Entomologi kedokteran (Medical Entomology), memfokuskan kajian pada golongan serangga pengganggu manusia, baik yang langsung (penyengat/menggigit mangsa seperti tawon, lebah, kutu dan serangga berbisalainnya), maupun yang tidak lansung (vektor penyakit seperti lalat, nyamuk,kecoak, pinjal/kutu.

3.Entomologi Peternakan (Veterinary Entomology), memfokuskan kajian kepada serangga yang mengganggu pada peternakan baik yang bersifatlansung seperti caplak, kutu yang bersifat ektoparasit pada hewan ternakmaupun yang berperan sebagai vektor penyakit. Hewan dapat berfungsi sebagaiinang alternatif bagi berbagai pathogen penyebab penyakit pada manusia dantidak jarang serangga berperan sebagai vektornya. Misalnya penyakit malariadapat ditularkan dari kera ke manusia dan sebaliknya, dengan vektor perantaraadalah nyamukAnopheles. Penyakit flu burung (avian influensa) dapatditularkan dari unggas ke manusia.

4.Entomologi perkotaan (Urban Entomology) secara khusus mengkaji serangga-serangga yang menjadi masalah dikawasan perkotaan, Disini lebihdifokuskan pada serangga-serangga yang berasosiasi dengan manusia (fasilitasmanusia) yang masih hidup seperti kecoak, lalat, nyamuk, dan rayapdiperumahan, hotel, apartemen, gudang, perkantoran, kapal laut, pesawat udara.

5.Entomologi Kehutanan (Forest Entomology) disini pengkajian lebih difokuskan pada serangga-serangga yang berada pada ekosistem hutan baikserangga yang bermanfaat seperti lebah madu berperan sebagai produsen danpolinator di ekosistim hutan, dan sebagian rayap(Capritermes) dapat berperansebagai serangga saprofit yang membantu menguraikan materi organik berupaserasah dan pohon tumbang di ekosistem hutan. Sedangkan kelompok rayaplain (Coptotermes) berperan sebagi hama merusak hutan jati.

6.Entomologi Pertanian (Agricultural Entomology) fokus kajian pada serangga-serangga yang berasosiasi dengan ekosistem pertanian seperti tanaman hortikultura, tanaman pangan dan perkebunan baik yangmenguntungkan seperti serangga pollinator, peredator dan parasitoid maupunserangga herbivor yang berperan sebagai hama yang dapat merusak semuabagian tanaman mulai dari akar, batang, daun, bahkan sampai ke buah dan bijiyang sudah tersimpan di gudang.

B. DOMINASI DAN PERANAN SERANGGA

Serangga termasuk filumArthropoda yaitu kelompok hewan yang mempunyai kakiberruas-ruas, tubuh bilateral simetris dan dilapisi oleh kutikula yang keras(exosceleton). Serangga digolongkan dalam kelasinsecta (hexapoda), karena memiliki6 buah (3 pasang) kaki yang terdapat di dadaerah dada (thorax). Jumlah kaki menjadiciri khas serangga yang membedakannya dengan hewan lain dalam phylum Arthropoda seperti laba-laba (arachnida), kepiting (decapoda), udang (crustacea), lipan dan luwing (myriapoda), Kehidupan serangga sudah dimulai sejak 400 juta tahun(zaman devonian). Kira-kira 2 - 3 juta spesies serangga telah terindentifikasi.Diperkirakan, jumlah serangga sebanyak 30-80 juta spesies yang meliputi sekitar 50%dari keanekaragaman spesies di muka bumi (Gullan and Cranston,2005). Hal ini merupakan petunjuk bahwa serangga merupakan mahluk hidup yang mendominasibumi, karena serangga memiliki kemampuan luar biasa dalam beradaptasi dengankeadaan lingkungan yang ekstrem, seperti di padang pasir dan Antarktika. Satu-satunya ekosistem di mana serangga tidak lazim ditemukan adalah di samudera.

Serangga juga memiliki keanekaragaman luar biasa dalam ukuran, bentuk dan perilaku.Kesuksesan eksistensi kehidupan serangga di bumi ini diduga berkaitan erat denganrangka luar (eksoskeleton) yang dimilikinya, yaitu kulitnya yang juga merangkapsebagai rangka penunjang tubuhnya, dan ukurannya yang relatif kecil sertakemampuan terbang sebagian besar jenis serangga.Ukuran badannya yang relatifkecil menyebabkan kebutuhan makannya juga relatif sedikit dan lebih mudahmemperoleh perlindungan terhadap serangan musuhnya. Serangga juga memilikikemampuan bereproduksi lebih besar dalam waktu singkat, dan keragaman genetikyang lebih besar. Dengan kemampuannya untuk beradaptasi, menyebabkan banyakjenis serangga merupakan hama tanaman budidaya, yang mampu dengan cepatmengembangkan sifat resistensi terhadap insektisida.

Walaupun ukuran badan serangga relatif kecil dibandingkan dengan vertebrata,kuantitasnya yang demikian besar menyebabkan serangga sangat berperan dalam biodiversity (keanekaragaman bentuk hidup) dan dalam siklus energi dalam suatu habitat. Ukuran tubuh serangga bervariasi dari mikroskopis (sepertiHymenopteraparasit, Thysanoptera, berbagai macam kutu dll.) sampai yang besar seperti walangkayu, kupu-kupu gajah dsb. Dalam suatu habitat di hutan hujan tropika diperkirakan,dengan hanya memperhitungkan serangga sosial (jenis-jenis semut, lebah dan rayap),peranannya dalam siklus energi adalah 4 kali peranan jenis-jenis vertebrata.

Peranan serang di dalam kehidupan manusia dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

I. Kelompok serangga-serangga menguntungkan, kelompok ini antara lain dapat dibagi menjadi:


a)Serangga yang dapat menghasilkan sesuatu yang akan memberi nilai tambah
di dalam kehidupan manusia. Sebagai contoh:Apis spp. (penghasil madu),
Bombyx mori (penghasil sutera), Laccifer lucca (penghasil politur).

b)Serangga yang dapat meningkatkan produksi hasil panen (polinator) contoh
lebah (Apis mellifera), kupu-kupu (Papilio menon)

c) Serangga sebagai musuh alami seperti predator, contoh Mantis regilosa(walang sembah),Op hi u s sp. (predator hama buah), parasitoid(beberapa familiHymenoptera)

d)Serangga yang dapat menguraikan sisa materi organik(detritus dan sampah) misalnya bangsa lalat dan kumbang.

II. Kelompok serangga-serangga yang merugikan, dapat dibagi antara lain:
a)Serangga hama tanaman, contoh Nilaparvata lugens (hama tanaman padi), Bactrocera spp (hama/lalat buah), Tribolium sp. (hama gudang)

b)Serangga sebagai pembawa penyakit atau vektor, misalnyaAnopheles spp. (vektor penyakit malaria),Aedes aegypti (vektor penyakit demam berdarah), Culex quinquifasciatus (vertor penyakit kaki gajah /filariasis, Musca domestica, vektor penyakit diare dan disentri.

Beberapa jenis serangga juga berguna bagi kehidupan manusia seperti lebah madu,ulat sutera, kutu lak, serangga penyerbuk, musuh alami hama atau serangga perusaktanaman, pemakan detritus dan sampah, dan bahkan sebagai makanan bagi mahluklain, termasuk manusia. Tetapi sehari-hari kita mengenal serangga dari aspekmerugikan kehidupan manusia karena banyak di antaranya menjadi hama perusak danpemakan tanaman pertanian dan menjadi pembawa (vektor) bagi berbagai penyakitseperti malaria dan demam berdarah. Walaupun demikian sebenarnya seranggaperusak hanya kurang dari 1 persen dari semua jenis serangga. Dengan mengenalserangga terutama biologi dan perilakunya maka diharapkan akan efisien manusiamengendalikan kehidupan serangga yang merugikan ini.

Keanekaragaman yang tinggi dalam sifat-sifat morfologi, fisiologi dan perilakuadaptasi dalam lingkungannya, dan demilkian banyaknya jenis serangga yangterdapat di muka bumi, menyebabkanbanyak kajian ilmu pengetahuan, baik yangmurni maupun terapan, menggunakan serangga sebagai model. Kajian dinamikapopulasi misalnya, bertumpu pada perkembangan populasi serangga. Demikianpula, pola, kajian ekologi, ekosistem dan habitat mengambil serangga sebagai modeluntuk mengembangkannya ke spesies-spesies lain dan dalam skala yang lebih besar.

Keberhasilan serangga dalam hidupnya disebabkan karena:
1.Serangga menempati habitat yang luas, mulai dari udara, air tawar, air payau, tanah, tanaman, dan hewan.

2.Tubuh serangga relatif kecil sehingga effisien dalam penggunaan pakan dan lahan.

3.Kapasitas reproduksi tinggi dan siklus hidup pendek menyebabkan serangga mampu mengeksploitasi sumberdaya yang berlimpah dalam waktu singkat.

4.Serangga muda dan serangga dewasa biasanya memakan makanan yang berbeda, sehingga tidak terjadi kompetisi sesama jenis (intraspecific competition)

5.Serangga mempunyai cara hidup yang bervariasi, ada yang sebagai phytophagus, carnivorous, saprophagous dan parasitic, sehingga menyebabkan kompetisi berbeda jenis dapat dikurangi (extraspecific competition).

6.Kebanyakan serangga dewasa mempunyai sayap, sehingga mampu menyebar secara luas dan mampu menghidar dengan cepat dari musuh-musuh alaminya.

7.Serangga mempunyai rangka luar dan sistem metabolisme yang mampu menghemat dan mendaur ulang air.

8.Serangga memiliki keanekaragaman genetik yang sangat bervariasi sehingga mampu memenangkan seleksi alami dalam perjalanan evolusinya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Ikuti Saya ^___^

visitors

 

AQILAH's PLANT HOSPITAL Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino