Senin, 26 Maret 2012

MACAM-MACAM HAMA TANAMAN TEMBAKAU



Ulat Grayak ( Spodoptera litura )

Ulat grayak (Spodoptera litura F). Serangan terjadi pada malam hari biasanya bergerombol di pembibitan maupun di pertanaman. Dari stadia telur sampai menjadi larva instar 5 yang dapat menyerang tanaman memerlukan waktu 22 - 60 hari. 
Gejala yang timbul:
berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan ulat tersebut.
Pengendalian:
Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari, dan semprot Natural VITURA

Ulat Tanah ( Agrotis ypsilon )

Gejala yang timbul:
daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga ada tangkai daun 
rebah.
Pengendalian:
Pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat dan semprot PESTONA.


Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. )

Ulat Pucuk Tembakau (Helicoverpa assulta Genn dan Helicoverpa armigera Hubner). Gejala serangan terlihat dari daun tembakau yang berlubang-lubang karena ulat memakan pucuk daun dan daun atas. Pada saat serangan terjadi gejala tersebut belum nampak dan gejala akan nampak jelas setelah daun tembakau membesar. Tanaman inang lain adalah kapas, jagung, tomat, kedelai, buncis, asparagus dan jarak.
 


Cara Pengendalian: 
Tanaman yang terserang ulat pupus daun disemprot dengan insektisida seperti permetrin 2 g/liter atau betasiflutrin 25 g/liter. 
Pengendalian:
kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun dan semprot PESTONA.

Nematoda ( Meloydogyne sp. )

Gejala yang timbul:
Bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman bisa kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya akan mati.
Pengendalian:
Sanitasi kebun, pemberian GLIO diawal tanam, PESTONA

Kutu – kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.)
Hama ini pembawa penyakit yang disebabkan virus.

Pengendalian:
Predator Koksinelid, Natural BVR. Gangsir (Gryllus mitratus ), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).

Kutu Tembakau (Myzus persicae). 
Kutu ini merusak tanaman tembakau karena mengisap cairan daun tanaman, menyerang di pembibitan dan pertanaman, sehingga pertumbuhan tanaman terhambat. Kutu ini menghasilkan embun madu yang menyebabkan daun menjadi lengket dan ditumbuhi cendawan berwarna hitam. Kutu daun secara fisik mempengaruhi warna, aroma dan tekstur dan selanjutnya akan mengurangi mutu dan harga. Secara Khemis kutu daun mengurangi kandungan alkoloid, gula, rasio gula alkoloid dan maningkatkan total nitrogen daun. Kutu daun dapat menyebabkan kerugian sampai 50 %, kutu daun dapat menyebabkan kerugian 22 - 28 % pada tembakau flue-cured. 
Cara pengendalian :
mengurangi pemupukan N dan melakukan penyemprotan insektisida yaitu apabila lebih besar dari 10 % tanaman dijumpai koloni kutu tembakau (setiap koloni sekitar 50 ekor kutu). Pestisida yang digunakan yaitu jenis imidaklorid.

Kutu Putih (Bemisia tabaci Genn)

Baik kutu dewasa maupun nimfanya mengisap cairan daun sehingga daun menjadi rusak. Disamping merusak daun, kutu ini juga menjadi vektor bagi virus krupuk atau penyakit mosaik tembakau. 

Cara pengendalian :

sanitasi lahan dan meyemprot dengan insektisida Klorpirifos.


0 komentar:

Poskan Komentar

Ikuti Saya ^___^

visitors

 

AQILAH's PLANT HOSPITAL Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon blogger template for web hosting Flower Image by Dapino